Wednesday, 20 August 2014

Cara Membuat Related Post Blog Dengan Baik

Related Post - merupakan sekumpuulan link yang dipasang dalam sebuah blog untuk mempermudah pembaca mengklik dan menemukan artikel yang lainnya. Memang terlihat sepele, tetapi sangat berfungsi bayak bagi para pembaca dan juga mempengaruhi traffic blog anda jika para pengunjung mengklik link - link yang ada di Related Post anda tersebut. Adapun beberafa fungsinya akan sedikit saya ulas di bawah ini.
  1. Memudahkan pengunjung mencari konten yang serupa atau berhubungan dengan artikel yang sedang mereka baca.  
  2. Dengan demikian, ketika pengunjung mengkliknya lebih banyak,maka dengan otomatis menambah Page View.
Adapun langkah - langkah untuk membuat related post sangatlah mudah jika kita ada kemauan dan usaha, biar lebih jelas berikut tutorialnya.

  1. Buka browser kesayangan anda. Lalu ketikan di adress bar http://www.linkwithin.com/learn. Maka dengan otomatis akan muncul tampilan seperti di bawah ini. 

  2. Untuk melihat lebih jelas keterangan gambarnya, silahkan klik Fullscreen Gambar. Dan lihat dengan jelas keteranagn gambarnya. Setelah anda mengisi semua Form dan mengklik "Get Widget", maka akan muncul gambar seperti dibawah ini.


  3. Disana akan di arahkan untuk mendapatkan widgetnya, bacalah semua petunjuknya! lalu klik "Install Widget" seperti yang telah saya lingkari pada gambar pertama di atas. Langkah ini merupakan langkah yang mendekati proses untuk mendapatkan widgetnya.
  4. Setelah melakukan langkah langkah di atas, maka akan anda akan di arahkan ke langkah selanjutnya.
  5. Kemudian klik "Add Widget" untuk menuju langkah selanjutnya seperti gambar di atas.
  6. Dan ini merupak langkah terakhir dari tutorial ini. Ada akan melihat linkwithin di layout anda ( Bisa di lihat pada gambar di atas ), maka lanjutkan dengan menyimpannya.
  7. Untuk melihat hasilnya, lihat pada blog anda. Dan di bawah ini hasil dari milik saya.

Cukup mudah kan? Sekian tutorial dari saya untuk kali ini, jangan lupa baca artikel sebelumnya tentang Cara Ping Blog Ke Google Cepat Terindex. Dan saya KURNIA-07 terima kasih.


Dipublikasikan pada : 17:08 by :Ujang Kurnia Sandi

Saturday, 16 August 2014

Cara Ping Blog Ke Google Cepat Terindex


Ping merupakan salah satu kata yang tidak asing lagi bagi kalangan blogger, karena ping merupakan suatu cara yang di lakukan oleh seseorang yang mempunyai website atau Bog untuk mempercepat  blognya tersebut Terindex oleh mesin pencari seperti Google. Namun tidak hanya ping saja yang harus kita lakukan jika mempunyai sebuah websitte atau blog, tetapi harus perlu optimasi Seo yang lain dan harus mengetahui Tips Seo yang lainnya seperti Cara Buat Sitepam Di Google Webmaster Tool. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang Cara Ping Blog Ke Google Cepat Terindex, cara ini merupakan cara yang sering saya lakukan setiap kali setelah saya selesai memposting sebuah artikael. Agar tidak lama dan tidak jenuh terus membaca, maka langsung saja menuju ke tutorial di bawah ini.

TUTORIAL [BY UJANG KURNIA SANDI] :

Pertama, Anda masuk ke browser kesayangan anda. Lalu ketikkan di Adress Bar http://googleping.com/. Maka akan muncul tampilan di bawah ini.



Keterangan :
  1. Pada Baris pertama anda masukkan Nama Blog anda. Ingat namanya harus sesuai dengan nama blog anda.
  2. Pada Baris Kedua anda masukkan URL HomePage blog anda. URL- nya harus sesuai dengan, tidak ada yang salah, jika ada kesalahan maka nantinya akan error.
  3. Pada baris ketiga masukkan URL Feed anda. Contohnya http://kurnia-07.blogspot.com/feeds/posts/default ( Ini merupakan URL Feeds default anda, anda juga bisa memasukkannya seperti ini. )
  4. Dan yang terakhir anda masukan alamat Email anda.
Kedua, Anda centang semua link yang ada di bawah ini.


Atau anda bisa langsung klik link tombol Ceck All, untuk mengklik semua. Cara ini agar lebih mudah dan cepat, Aagar anda tidak mengklik satu - satu.

Terakhir, Hal yang perlu anda lakukan adalah memasukkan Chapta pada kolom yang telah tersedia. Dan klik Send Pings. Untuk lebih jelas lihat gambar di bawah ini.



Maka akan tampak tampilan seperti dibawah ini. Dan tunggu prose pings - nya.


Bagaimana, mudah kan? cukup sekian Tips kali ini, semoga bermanfaat bagi anda semua para pembaca, saya Kurnia-07 terima kasih atas perhatiannya. Wassalam....!




Dipublikasikan pada : 23:33 by :Ujang Kurnia Sandi

Friday, 11 July 2014

Ujang Kurnia Sandi

Nama : Ujang Kurnia Sandi
Alamat : Dsn. Situbatu, Rt. 02 Rw. 05, Ds. Pamekarsari, Kec. Surian - Sumedang
Umur : 17 tahun
Sekolah : SMK Bhakti Nusantara Sumedang
Cita - Cita : Menjadi Seorang Pengusaha

!!!!!!!!!!!!!!!Alasan Membuat Blog Ini!!!!!!!!!!
Aku membuat blog ini karena hobi dan keinginan saya mempunyai sebuah blog, yang pertama memang hobi blogging. Lalu disamping hobi, aku juga ingin berpenghasilan seperti orang lain yang telah sukses dalam dunia blogging. Tapi aku akan berusaha mewujudkan keinginanku ini. Aminnnn......


Motto
Cita - Cita Adalah Harapan Yang Harus Kita Wujudkan


Temukan saya di --Facebook--Twitter----
 
 
 
 
 
 
 
 

>>♣⌊By Ujang Kurnia Sandi⌉♣<<


Dipublikasikan pada : 12:53 by :Ujang Kurnia Sandi

Cara Kerja Kopling

Cara Kerja Kopling
Pada saat pedal kopling ditekan/diinjak, ujung tuas akan mendorong bantalan luncur kebelakang. bantalan luncur akan menarik plat tekan melawan tekananpegas.
Pada saat pelat tekan bergerak mundur, pelat kopling terbebas dari roda penerus dan perpindahan daya terputus. bila tekanan pedal kopling dilepas, pegas kopling
akan mendorong pelat tekan maju dan menjepit pelat kopling dengan roda penerus dan terjadi perpindahan daya.
Pada saat pelat tekan bergerak kedepan,pelat kopling akan menarik bantalan luncur, sehingga pedal kopling kembali ke posisi semula. selain secara mekanik,
sebagai mekanisme pelepas hubungan.
Sekarang sudah banyak digunakan sistem hidrolik dan booster. secara umum,
sistem hidrolik dan hidrolik booster adalah sama. perbedaannya adalah pada sistem hidrolik booster , digunakan booster untuk memperkecil daya tekan pada
pedal kopling. pemilihan sistem yang digunakan disesuikan dengan kebutuhan.
Pada sistem hidrolik, pada saat pedal kopling ditekan, maka batang penerus akan mendorong piston pada master silinder kopling, fluidapada sistem akan meneruskan daya ini keselinder pada unit kopling, dan piston silinder unit kopling
akan mendorong tuas, dan seperti pada sistem mekanik, pelat kopling terlepas,
sehingga penerusan daya dari motor ke transmisi terputus.
Cara kerja sistem hidrolik ini sama seperti cara kerja pada sistem rem.
Kebocoran sistem hidrolik akan mengganggu proses pelepasan hubungan.
Pemeliharaan
Gangguan pada sistem kopling relatif kecil.salah satu penyetelan yang dilakukan
hanya pada gerak bebas kopling. bila gerak kerja pedal kopling telah terlalu
dalam, periksa kondisi pelat kopling, bila sudah terlalu tipis, ganti pelat kopling.
Yefri Chan,ST.MT (Universitas Darma Persada)
Rumus-rumus yang Digunakan
Torsi maksimum
Kopling plat gesek bekerja karena adanya gaya gesek (U) dengan permukaan, sehingga menyebabkan terjadinya momen puntir pada poros yang di gerakkan. Momen ini bekerja dalam waktu tr sampai putaran kedua poros sama. Pada keaadan terhubung tidak terjadi slip dan putaran kedua poros sama dengan putaran awal poros penggerak, sehingga dapat dibuat persamaan :
Mr = Mb + Mh
Dimana :
Mr = Torsi gesek [kgf.cm]
Mb = momen puntir poros transmisi [kgf.cm]
Mh = Torsi percepatan [kgf.cm]
Nilai Mh dapat dihitung dengan persamaan :
Mh = 71620 nN
Dengan :
Mh = Torsi maksimum [kgf.cm]
N = Daya maksimum [hp]
N = putaran poros [rpm]
71620 = konstanta korelasi satuan
• Teori Gesek
Harga torsi gesek didapat dari hubungan :
Mr = C . Mh
Dengan :
Mr = Torsi gesek [kgf.cm]
C = Konstanta
Harga C dapat dipilih dari tabel pada lampiran, harga ini berkisar antara 2-3 untuk kendaraan mobil.
Kerja Gesek dan Daya Gesek
Kerja gesek ditentukan dari hubungan antara torsi, putaran, dam waktu terjadinya slip yaitu :
Ar = 1910..trnMr
Dimana :
Ar = Kerja gesek [kgf.cm]
Mr = Torsi gesek [kgf.cm]
n = Putaran [rpm]
tR = Waktu penyambungan / slip [detik]
1910 = Faktor korelasi satuan
Harga daya gesek dapat ditentukan dari hubungan kerja gesek dengan frekuensi penggunaan kopling, yaitu jumlah penekanan atau pelepasan kopling persatuan waktu yaitu :
Nr = 41027.xzAr
Dimana :
Nr = Daya gesek [hp]
z = Frekuensi penekanan kopling dalam satu jam
27×104 = Faktor korelasi satuan
Diameter Rata-rata Plat Gesek
Diameter rata-rata plat gesek ditentukan dengan menggunakan persamaan untuk diameter rata-rata, yaitu :
d = 71,5 ⎥⎥⎥⎥⎦⎤⎢⎢⎢⎢⎣⎡2/1...njdbKNTR4,0
Dengan :
d = Diameter rata-rata pelat [cm]
Yefri Chan,ST.MT (Universitas Darma Persada)
db = Ratio antara lebar pelat terhadap diameter rata-rata
KT = Parameter koefisien gesek
n = Putaran
Pengujian Harga KT dan KU Untuk memeriksa apakah harga KT dan KU masih dalam batas-batas yang diizinkan setelah adanya pembulatan-pembulatan dalam perhitungan, maka jika harga KT tidak berbeda jauh dengan pemilihan harga awal dan harga KU masih berkisar antara 2-8 maka rancangan ini dapat dilanjutkan :
KT = 2/1...1000.vjdbNf
KU = jdbMr...22
Kecepatan tangensial adalah :
v = 60..ndπ
Luas Bidang Tekan Tekanan permukaan terjadi akibat adanya gaya tekan yang mengenai satuan luas bidang tekan, gaya ini dipengaruhi oleh koefisien gesek sebesar μ = 0.3, dan ini adalah koefisien gesek bahan permukaan pelat gesek yang kita pilah. Luas bidang tekan sama dengan luas permukaan pelat dan dapat diperoleh dari hubungan :
F = π.b.d.j.Y
Dimana :
F = Luas bidang tekan [cm2]
Y = Faktor koreksi luas permukaan akibat pengurangan luas alur
Tekanan Rata-rata Permukaan
Tekanan rata-rata dicari dari hubungan torsi maksimum, diameter rata-rata, koefisien gesekan dan luas bidang tekan :
p = FdMr...2μ
Dimana :
p = Tekanan permukaan rata-rata [kgf/cm2]
μ = Koefisien gesek
F = Luas bidang tekan [cm2]
Tekanan Maksimum Permukaan
Tekanan permukaan maksimum digunakan untuk memilih pelat gesek yang cocok dan aman. Pada lampiran tebal tertulis harga-harga tekanan untuk bahan pelat gesek. Hubungan antara tekanan maksimum dan tekanan rata-rata adalah :
Pmax = ptdd [kgf/cm2]
Umur Pelat Gesek Daya saing pelat gesek sangat ditentukan oleh umur dari pelat gesek itu. Umur pelat gesek ditentukan dari hubungan antara volume keausan spesifik dan gaya gesek, sedangkan untuk menghitung volume keausan digunakan rumus :
Vv = F.Sv
Dengan :
Vv = Volume keausan [cm3]
F = Luas permukaan bidang tekan [cm2]
Sv = Batas keausan [cm]
Umur pelat gesek akhirnya dapat ditentukan dari persamaan :
LB = RvvNQV.
Dimana :
LB = Umur pelat gesek [jam]
Vv = Volume keausan [cm3]
Qv = Keausan spesifik
Temperatur Kerja Plat dan Kopling Temperature kerja kopling harus memenuhi temperature yang diizinkan, karena apabila melewati batas yang diizinkan akan menyebabkan pelat gesek cepat sekali aus sehingga umur kopling akan lebih pendek. Temperature kerja kopling dipengaruhi oleh koefisien perpindahan panas dari rumah kopling, luas perpindaha panas dan temperature sekeliling, temperature kerja kopling adalah :
t = tL+Δt
dengan :
t = Temperatur kerja kopling
tL = Temperatur lingkungan
Δt = Kenaikan temperature
Semua parameter dalam satuan °C. sementara itu kenaikan temperatur dapat diketahui dengan persamaan :
Δt = KKRaFN..632
Dengan :
FK = Luas permukaan bidang pendingin [m2]
ɑK = Koefisien perpindahan panas [kkal/m°C.jam]
luas permukaan bidang pendingin dapat diketahui dengan rumus :
FK = π.dk.bk + ()4.22ikdd−π
Dimana :
dk = Diameter terluar atau diameter rumah kopling [cm]
bk = Lebar rumah kopling [cm]
koefisien perpindahan panas, dari rumah kopling dapat diketahui dari hubungan berikut :
ɑK = 4.5+6(vk)3/4 dengan :
vk = 60..ndkπ
vk = Kecepatan tangensial rumah kopling [m/det]
maka kenaikan temperatur dapat dihitung dari hubungan sebagai berikut :
ts = kkRaFN..632
dengan :
NR = Daya gesek
Fk = Luas permukaaan bidang pendingin
Ak = Koefisien perpindahan panas
Pemasangan Paku Keling Paku keeling yang dipasang pada pelat gesek dan pelat penghubung berfungsi untuk meneruskan putaran pelat gesek ke pelat penghubung dan seterusnya ke HUB, dan selanjutnya keporos. Untuk perhitungan pemasangan paku keeling didapat dengan menggunakan perhitungan berikut. Gaya yang dialami oleh setiap paku keeling didapatkan dengan menggunakan persamaan berikut :
Fk = ZMR.2
Dengan :
Fk = Gaya yang diterima masing-masing paku keeling
MR = Torsi gesek
Z = Jumlah paku keeling
Dimensi paku keeling diketahui dengan menggunakan persamaan berikut :
d = 14,3..4τkF
dengan :
Fk = Gaya yang diterima masing-masing paku keeling
τ = Tegangan geser material paku keeling
Analisis Pegas Pegas berfungsi sebagai peredam getaran dan penahan gaya permukaan terhadap pelat gesek. Pegas ini juga berfungsi sebagai penerus daya dari HUB kepelat. Pada pegas ini bekerja momen torsi yang mengakibatkan tegangan geser. Tegangan ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
τ = hrMt...22π
Dengan :
Mt = Momen torsi maksimum
h = Panjang pegas
r = Diameter pegas
3.2.2.Analisis Tegangan Pada Pegas Diafragma
Pada rumah kopling terdapat pegas diafragma yang berbentuk cincin (bellivelle spring) pada pegas ini terdapat gaya P yang dapat melakukan pemasangan dan palepasan kopling. Tengangan yang terjadi pada pegas ini didapat dari persamaan berikut :
σ = 22..btEKi
Ki = Konstanta pegas untuk steel bellivelle spring
T = Tebal pegas
E = Modulus elastisitas

Baca Juga : Sistem Kopling Pada Mobil


Dipublikasikan pada : 11:13 by :Ujang Kurnia Sandi

Friday, 20 June 2014

Sistem Kopling Pada Mobil

Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. Tanpa kopling, sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:
  1. Mampu menahan adanya kelebihan beban. 
  2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain. 
  3. Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih. 
  4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

Untuk perencanaan sebuah kopling kita harus memperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut:
  1. Kopling harus mudah dipasang dan dilepas. 
  2. Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros. 
  3. Kopling harus sederhana dan ringan. 
  4. Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros. 
Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis:
  1. Kopling Tetap 
  2. Kopling Tak Tetap 
Kopling Tetap
Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. Kopling tetap selalu dalam keadaan terpasang, untuk memisahkannya harus dilakukan pembongkaran.
Kopling tetap terbagi atas: /4/
  1. Kopling kaku

  2. Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan sumbu segaris, dan dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik, kopling ini terdiri atas : 
    • Kopling bus 
    • Kopling flens kaku 
    • Kopling flens tempa 


  3. Kopling luwes 
  4. Kopling luwes ( fleksibel ) memungkinkan adanya sedikit ketidaklurusan sumbu poros yang terdiri atas:

    • Kopling flens luwes
    • Kopling karet ban
    • Kopling karet bintang
    • Kopling gigi
    • Kopling rantai

  5. Kopling universal
  6. Kopling universal digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar, terdiri dari:

    • Kopling universal hook
    • Kopling universal kecepatan tetap

    Kopling universal digunakan bila poros penggerak dan poros yang digerakkan membentuk sudut yang cukup besar.

  7. Kopling Fluida
Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antara kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar. Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih , penggerak mula tidak akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan.

Kopling Tidak Tetap
Kopling tidak tetap adalah kopling yang digunakan untuk menghubungkan poros penggerak dan poros yang digerakkan dengan putaran yang sama saat meneruskan daya. Kopling juga dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut dalam keadaan diam maupun berputar tanpa harus menghentikan putaran dari poros penggerak.
Kopling tak tetap meliputi:


  1. Kopling cakar, terdiri dari:


    • Kopling cakar persegi
    • Kopling cakar spiral
    • Kopling kerucut
    • Kopling friwil


  2. Kopling pelat, terdiri dari:
Menurut jumlah pelatnya:

  • Kopling pelat tunggal
  • Kopling pelat banyak

Menurut cara pelayanannya:

  • Kopling pelat cara manual
  • Kopling pelat cara hidrolik
  • Kopling pelat cara pneumatik

Menurut pelumasannya:

  • Kopling pelat kering
  • Kopling pelat basah

Secara umum kopling pelat adalah kopling yang menggunakan satu pelat atau lebih yang dipasang diantara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut, sehingga terjadi penerusan daya melalui gesekan antara sesamanya. Konstruksi kopling ini cukup sederhana, dapat dihubungkan dan dilepaskan dalam keadaan berputar karena itu kopling ini sangat banyak dipakai.

Komponen Utama Kopling
  1. Roda Penerus = Selain sebagai penstabil putaran motor,roda penerus juga berfungsi sebagai
    dudukan hampir seluruh komponen kopling.

  2. Pelat Kopling = Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas tinggi.
    Kedua sisi plat kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien gesek
    tinggi. Bahan gesek ini disatukan dengan plat kopling dengan menggunakan keling (rivet).

  3. Pelat Tekan = Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang.pelat tekan berbentuk bulat dan
    diameternya hampir sama dengan diameter plat kopling. salah satu sisinya (sisi yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat kopling dan roda penerus, sisi lainnya mempunyai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan penempatan komponen kopling lainnya.

  4. Unit Plat Penekan = Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan, pelat penekan dilengkapi dengan
    sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus. jumlah pegas (kekuatan tekan) disesuikan dengan besar daya yang harus dipindahkan.

  5. Mekanisme Penggerak = Komponen penting lainnya pada kopling ialah mekanisme pemutusan hubungan (tuas tekan). mekanisme ini di lengkapi dengan bantalan bola, bantalan bola diikat pada bantalan luncur yang akan bergerak maju/mundur
    pada sambungan. Bantalan bola yang dilengkapi dengan permukaan tekan akan mendorong tuas tekan.

  6. Rumah Kopling = Rumah kopling terbuat dari besi tuang atau aluminium. rumah kopling menutupi seluruh unit kopling dan mekanisme penggerak. rumah kopling umumnyamempunyai daerah terbuka yang berfungsi sebagai saluran sirkulasi udara.
Baca Juga : Cara Kerja Kopling


Dipublikasikan pada : 22:20 by :Ujang Kurnia Sandi

Wednesday, 18 June 2014

Cara Membuat Breadcrumb di Blog

Contoh Breadcrumb
Breadcrumb merupakan menu navigasi yang ada di bagian atas blog, sehingga tampilan blog lebih propesional jika dilihat oleh pengunjung. Dan dengan navigasi ini pun pengunjung lebih mudah mengklik kategori dalam blog anda.
Cara membuatnya pun sangat mudah, anda tinggal memasang script di bawah ini (Copas). Trik dibawah ini juga bisa membuat breadcrumb anda terindex oleh search engine seperti Google. Trik ini termasuk tip seo dalam blog ini, setelah di postingan sebelumnya saya memposting tentang Cara Mebuat Sitemap di Google Webmaster tool .
Baiklah dari pada panjang lebar inilah Trik Cara Membuat Breadcrumb di Blog adalah sebagai berikut :
    Login ke dashboard blogger anda, pilih Rancangan > Edit HTML, centang Expand widget template.
    Cari kode ini ]]></b:skin> pada template anda. Copy kode CSS dibawah ini dan paste-kan kode CSS tepat diatas kode ]]></b:skin> 
 .breadcrumbs {padding: 5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:95%; line-height:1.4em; border-bottom:3px double #e6e4e3;}
    Lanjutkan dengan mencari kode ini <b:include data='top' name='status-message'/>  pada template anda. Letakkan kode dibawah ini dibawahnya.
    <b:include data='posts' name='breadcrumb'/>
    Kemudian cari lagi kode  <b:includable id='main' var='top'> . Copy script dibawah ini dan letakkan tepat diatas kode tadi.
<b:includable id='breadcrumb' var='posts'> <b:if cond='data:blog.homepageUrl == data:blog.url'> <!-- No breadcrumb on home page --> <b:else/> <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'> <!-- breadcrumb for the post page --> <p class='breadcrumbs'> <span class='post-labels'> <a expr:href='data:blog.homepageUrl' rel='tag'>Home</a> <b:loop values='data:posts' var='post'> <b:if cond='data:post.labels'> <b:loop values='data:post.labels' var='label'> <b:if cond='data:label.isLast == "true"'> » <a expr:href='data:label.url' rel='tag'><data:label.name/></a> </b:if> </b:loop> <b:else/> »Unlabelled </b:if> » <span><data:post.title/></span> </b:loop> </span> </p> <b:else/> <b:if cond='data:blog.pageType == "archive"'> <!-- breadcrumb for the label archive page and search pages.. --> <p class='breadcrumbs'> <span class='post-labels'> <a expr:href='data:blog.homepageUrl'>Home</a> » Archives for <data:blog.pageName/> </span> </p> <b:else/> <b:if cond='data:blog.pageType == "index"'> <p class='breadcrumbs'> <span class='post-labels'> <b:if cond='data:blog.pageName == ""'> <a expr:href='data:blog.homepageUrl'>Home</a> » All posts <b:else/> <a expr:href='data:blog.homepageUrl'>Home</a> » Posts filed under <data:blog.pageName/> </b:if> </span> </p> </b:if> </b:if> </b:if> </b:if> </b:includable>
Setelah semuanya selesai lihat hasilnya di blog anda, apakah tampil atau tidak di atas postingan blog atau tidak. Tetapi tuggulah beberapa hari untuk proses index breadcrumb di Google. Dan lihatlah hasilnya setelah anda menunggu beberapa hari.


Dipublikasikan pada : 15:21 by :Ujang Kurnia Sandi

Contoh Bagian Kata Pengantar Laporan Prakerin

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang melimpahkan berkah dan rahmatnya sehingga PRAKERIN yang dilaksanakan pada tanggal 21 April 2014 - 5 Juni 2014 dapat disimpulkan dengan baik.
Adapun laporan ini disusun berdasarkan data yang penulis peroleh selama pelaksanaan PRAKERIN. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir (UN). Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan lebih lanjut senantiasa penulis harapkan.
               Selanjutnya dengan tersusunnnya laporan hasil  prakerin ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak H. Maman Nandang Rukmana, SE., M.M.Pd selaku kepala sekolah SMK Bhakti Nusantara Sumedang.
2. Ibu Sri Dewi Windiani, S.Pd selaku wali kelas XI TKR.
3. Ibu Rohayati selaku guru pembimbing.
4. Bapak Edi Junaedi, ST selaku pembimbing.
5. Ibu Nia Kania, selaku pemilik bengkel “ UTJA PUTRA”.
Besar harapan atas segala bantuan dan bimbingan yang telah diberikan semoga Allah berkenan menerimanya sebagai amal shaleh dan memberikan balasan yang berlipat ganda dan semoga laporan ini bermanfaat. Amin...
                                                                 Sumedang, 02Juni 2014
                                                                       Penulis,


Dipublikasikan pada : 14:57 by :Ujang Kurnia Sandi

 
Design by Kurnia Theme | Bloggerized by Ujang Kurnia Sandi