Friday, 20 June 2014

Sistem Kopling Pada Mobil

Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. Tanpa kopling, sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin.
Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:
  1. Mampu menahan adanya kelebihan beban. 
  2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain. 
  3. Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih. 
  4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

Untuk perencanaan sebuah kopling kita harus memperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut:
  1. Kopling harus mudah dipasang dan dilepas. 
  2. Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros. 
  3. Kopling harus sederhana dan ringan. 
  4. Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros. 
Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis:
  1. Kopling Tetap 
  2. Kopling Tak Tetap 
Kopling Tetap
Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. Kopling tetap selalu dalam keadaan terpasang, untuk memisahkannya harus dilakukan pembongkaran.
Kopling tetap terbagi atas: /4/
  1. Kopling kaku

  2. Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan sumbu segaris, dan dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik, kopling ini terdiri atas : 
    • Kopling bus 
    • Kopling flens kaku 
    • Kopling flens tempa 


  3. Kopling luwes 
  4. Kopling luwes ( fleksibel ) memungkinkan adanya sedikit ketidaklurusan sumbu poros yang terdiri atas:

    • Kopling flens luwes
    • Kopling karet ban
    • Kopling karet bintang
    • Kopling gigi
    • Kopling rantai

  5. Kopling universal
  6. Kopling universal digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar, terdiri dari:

    • Kopling universal hook
    • Kopling universal kecepatan tetap

    Kopling universal digunakan bila poros penggerak dan poros yang digerakkan membentuk sudut yang cukup besar.

  7. Kopling Fluida
Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antara kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar. Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih , penggerak mula tidak akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan.

Kopling Tidak Tetap
Kopling tidak tetap adalah kopling yang digunakan untuk menghubungkan poros penggerak dan poros yang digerakkan dengan putaran yang sama saat meneruskan daya. Kopling juga dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut dalam keadaan diam maupun berputar tanpa harus menghentikan putaran dari poros penggerak.
Kopling tak tetap meliputi:


  1. Kopling cakar, terdiri dari:


    • Kopling cakar persegi
    • Kopling cakar spiral
    • Kopling kerucut
    • Kopling friwil


  2. Kopling pelat, terdiri dari:
Menurut jumlah pelatnya:

  • Kopling pelat tunggal
  • Kopling pelat banyak

Menurut cara pelayanannya:

  • Kopling pelat cara manual
  • Kopling pelat cara hidrolik
  • Kopling pelat cara pneumatik

Menurut pelumasannya:

  • Kopling pelat kering
  • Kopling pelat basah

Secara umum kopling pelat adalah kopling yang menggunakan satu pelat atau lebih yang dipasang diantara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut, sehingga terjadi penerusan daya melalui gesekan antara sesamanya. Konstruksi kopling ini cukup sederhana, dapat dihubungkan dan dilepaskan dalam keadaan berputar karena itu kopling ini sangat banyak dipakai.

Komponen Utama Kopling
  1. Roda Penerus = Selain sebagai penstabil putaran motor,roda penerus juga berfungsi sebagai
    dudukan hampir seluruh komponen kopling.

  2. Pelat Kopling = Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas tinggi.
    Kedua sisi plat kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien gesek
    tinggi. Bahan gesek ini disatukan dengan plat kopling dengan menggunakan keling (rivet).

  3. Pelat Tekan = Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang.pelat tekan berbentuk bulat dan
    diameternya hampir sama dengan diameter plat kopling. salah satu sisinya (sisi yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat kopling dan roda penerus, sisi lainnya mempunyai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan penempatan komponen kopling lainnya.

  4. Unit Plat Penekan = Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan, pelat penekan dilengkapi dengan
    sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan, pelat kopling dan roda penerus. jumlah pegas (kekuatan tekan) disesuikan dengan besar daya yang harus dipindahkan.

  5. Mekanisme Penggerak = Komponen penting lainnya pada kopling ialah mekanisme pemutusan hubungan (tuas tekan). mekanisme ini di lengkapi dengan bantalan bola, bantalan bola diikat pada bantalan luncur yang akan bergerak maju/mundur
    pada sambungan. Bantalan bola yang dilengkapi dengan permukaan tekan akan mendorong tuas tekan.

  6. Rumah Kopling = Rumah kopling terbuat dari besi tuang atau aluminium. rumah kopling menutupi seluruh unit kopling dan mekanisme penggerak. rumah kopling umumnyamempunyai daerah terbuka yang berfungsi sebagai saluran sirkulasi udara.
Baca Juga : Cara Kerja Kopling


Dipublikasikan pada : 22:20 by :Ujang Kurnia Sandi

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Kurnia Theme | Bloggerized by Ujang Kurnia Sandi